x

Embrace & Get Prepare—1st Trimester Checklist


Still can’t believe this is happening.

Baru sadar kalau hamil disaat usia kandungan 5 minggu, berawal dari nyobain test pack gara-gara “telat” yang rasanya lumayan lama dan sempet lupa kapan terakhir period. Shock dan speechless karena langsung dua garis merah seketika. Rencana kami untuk punya anak sebetulnya masih di tahun depan, pertimbangannya masih ingin menikmati waktu berdua dan juga kami sadar kalau keputusan memiliki anak itu juga tanggung jawab yang sangat besar. Walaupun nggak sesuai rencana, tentu ini tetap jadi salah satu momen tak terduga yang sangat kami syukuri. Alhamdulillah.

Kita tidak punya banyak pilihan terhadap apa yang akan kita terima dan alami. Namun, kita punya banyak pilihan untuk memberdayakan diri dan mengupayakan yang terbaik.

I read this somewhere. Ini kali kedua (setelah pernikahan) ketika semua agenda dan rencana hidup harus digeser dan disesuaikan lagi tanpa ada rasa sesal. Mixed feelings, in a good way. Begitu tau kalau hamil dan sudah dipastikan oleh dokter, ingin rasanya cerita ke semua orang tapi nggak kami lakukan, karena masih banyak resiko hamil muda jadi supaya lebih aman sementara kami hanya info ke orang tua saja. Perasaan excited untuk cerita ke teman-teman kami simpan dulu sampai nanti masuk trimester kedua.

Sejak sebelum hamil aku suka mengamati para calon ibu (teman-teman dan keluarga) dengan berbagai macam perubahan perilaku. Aku ambil kesimpulan, menurutku yang harus diatur pertama kali ketika hamil itu mindset. Melihat banyak referensi tentang perubahan perilaku berbagai macam calon ibu di sekitarku, aku merasa terinspirasi oleh para calon ibu yang tetap aktif beraktivitas dan produktif tanpa banyak mengeluh. Mereka menyadarkanku bahwa kehamilan bukanlah sakit, juga bukan waktunya untuk menjadikan kondisi hamil ini sebagai alasan bermanja-manja/bermalas-malasan tapi justru ini adalah waktu untuk mulai mempersiapkan banyak hal. Bismillah, semoga aku bisa begitu ya.

Dalam persiapan apapun, termasuk masa kehamilan hingga melahirkan menurutku pengetahuan dan persiapan yang baik adalah kunci. Ibarat seperti hendak pergi traveling ke destinasi sulit dan jauh yang membutuhkan persiapan, yaitu:

Knowledge

Merencanakan perjalanan membutuhkan riset mulai dari lokasi destinasi / medan yang akan ditempuh. Ketika paham jalan yang akan dilalui, kita bisa persiapkan bekal sesuai durasi perjalanan. Sama halnya dengan mempersiapkan waktu kehamilan hingga melahirkan dan bekal apa saja yang perlu disiapkan dalam waktu sembilan bulan sambil menunggu hingga hari kelahiran tiba.

Seringkali aku mendengar cerita dari teman-teman yang sudah menjadi ibu / ibu sendiri / ibu mertua, juga dari banyak bacaan untuk pelajari lebih dalam kemungkinan masalah yang akan dihadapi kedepan. Setiap ibu punya pengalaman yang berbeda & tidak bisa dijadikan patokan, tetapi ketika punya bekal ilmu dari banyak sudut pandang sedikit banyak bisa buat kita bersiap dengan banyak solusi juga.

Physically & Mentally

Persiapan fisik dan mental juga dibutuhkan, seperti hendak melewati medan yang sulit kita akan butuh banyak energi dan pikiran. Persiapan melahirkan pun pasti butuh dua hal tersebut, karena itu saya merasa perlu bersiap.

Pada trimester pertama memang belum disarankan untuk berolahraga, tapi perubahan fisik sudah terasa sangat nyata. Sering mual, pusing dan tidak nafsu makan membuat badanku sangat lemah tidak berdaya. Banyak rutinitas yang nggak bisa dikerjakan yang akhirnya dibantu oleh suami dan keluarga. Ini masa terberat buatku yang terbiasa aktif, tapi supaya nggak terlalu larut dengan kondisi fisik yang diluar kendali, aku coba alihkan untuk bersiap secara mental. Belajar menerima keadaan, melatih pernafasan dengan meditasi-meditasi ringan buat bantu pikiran lebih lega. Berserah, berdamai dengan diri sendiri supaya siap menghadapi kehamilan dan persalinan yang nyaman serta minim trauma.

Kalau diibaratkan naik gunung, trimester ini seperti tanjakan awal yang nggak ada hentinya, sungguh yang paling menguras emosi dan tenaga. Tapi disisi lain, there’s an amazing feeling to be able experienced this pregnancy.

Nah selain 2 poin penting diatas, ada hal-hal detail yang menurut aku perlu diketahui juga sebagai calon ibu baru dengan kehamilan pertama. Sesuai pengalaman pribadiku, yang kebingungan di awal-awal kehamilan tentang apa yang bisa dilakukan ketika pertama kali tahu kalo hamil:

  • Tes USG 2D. setelah testpack positif, lebih baik segera check ke dokter kandungan untuk lebih tau pasti hasilnya, kalau sudah dinyatakan benar-benar positif oleh dokter biasanya akan lanjut diberikan vitamin, selain itu juga akan tahu hari perkiraan lahir (HPL).
  • Menentukan RS dan dokter kandungan. Awalnya aku tanya rekomendasi ke teman-teman yang sudah hamil/melahirkan, juga ke keluarga dan kerabat yang punya kenalan, tapi menurutku harus dicoba datang langsung untuk ngerasa cocok nggaknya dengan dokternya. Pada awal-awal trimester akupun sempat coba ke beberapa dokter sampai akhirnya di akhir TM 1 aku putuskan satu dokter yang akan bantu aku sampai kelahiran nanti.
  • Download aplikasi kehamilan. Sebagai ibu hamil baru pasti butuh banyak informasi dan salah satu cara untuk dapat info bisa dari aplikasi kehamilan. Sejauh ini ada 4 macam apps yang pernah aku coba: Pregnancy+, Hello Belly, The Asian Parent dan Teman Bumil. Secara design aku paling suka Hello Belly tapi ini bukan buatan Indonesia dan berbahasa inggris, kadang ada istilah medis yg sulit dimengerti. Secara keseluruhan yang paling nyaman dan aku pakai sampai sekarang itu aplikasi Teman Bumil. Buatan Indonesia, infonya singkat jelas mudah dipahami dan banyak rekomendasi dokter, ada bukunya juga dengan ilustrasi yang lucu. Dua aplikasi selain itu sudah kuhapus setelah download karena kurang cocok aja hehe tapi boleh lho silahkan dicoba aja barangkali ada yg lebih cocok pake apps lainnya.
  • Mulai buat pilihan nama bayi. Kami sudah cari-cari nama dari jauh hari. Walaupun sudah punya referensi nama panggilan sejak sebelum hamil, tapi ternyata pusing juga menentukan nama panjangnya hehe. Karena masih TM 1 kami buat dua opsi karena belum tau gendernya, nanti mungkin akan ditentukan pastinya di TM 2.
  • Melengkapi nutrisi makanan. Kalau biasanya makan hanya fokus ke karbo dan protein, sejak hamil aku mulai lengkapi dengan buah, sayur dan susu sebagai salah satu cara untuk mengurangi mual. Trimester 1 aku susah makan sampai mengurangi 1/2 porsi makan dari biasanya, karena mual hampir tiap hari, sampai buat berat badanku turun 4 kg. Nggak kuat lihat makanan yg berlemak, hilang nafsu makan dan selalu mual lihat tempat cuci piring / tempat sampah / apapun yang terlihat jorok. Meski begitu, alhamdulillah aku jarang banget muntah, kalau diingat-ingat muntah hanya 2-3 kali saja selama hamil.
  • Olahraga. Sebetulnya belum disarankan apalagi kalau sempat ada flek kayak aku, tapi karena pengen banget bisa lahir normal aku sangat mengusahakan olahraga walaupun yang ringan-ringan. Awal-awal yang paling aman menurut dokterku adalah berenang dan jalan kaki, belum berani ikut senam hamil dan prenatal yoga. Untuk senam hamil aku sudah survey beberapa tempat, supaya nanti masuk TM 2 bisa langsung gabung.
  • Start budgeting & saving. Ini penting banget, karena banyak banget kebutuhan untuk calon ibu dan bayi baru nanti jadi harus dipersiapkan jauh-jauh hari. Aku sendiri sudah mulai pisahkan tabungan khusus untuk ini supaya lebih fokus tujuan tabungannya. Mulai budgeting dan menimbang juga barang-barang apa saja yang akan dibeli, supaya nanti nggak ada belanja impulsif kedepannya. Kalau aku sejak awal sengaja buat baby-list berdasarkan saran teman-teman dan juga dari internet yang kemudian akan dipikirkan mana yang betul-betul butuh dan niat akan dibeli, karena tiap orang akan beda-beda kebutuhannya.
  • Ikut kelas-kelas seputar persalinan dan newborn care. Sejak sering dengar cerita teman-teman yang sudah melahirkan, aku menemukan banyak sekali keluhan terutama soal menyusui. Pernah ada seorang teman yang bilang kalau dia terlalu fokus dengan kehamilan dan persalinan kemudian menemukan banyak masalah di menyusui. Jadi kesimpulannya ilmu tentang semuanya aku rasa harus dipelajari secara seimbang. Kelas-kelas seputar ini ada banyak banget versi online, tinggal cari yang paling nyaman aja buat kita.
  • Baca buku-buku kehamilan. Salah satu kegiatan yang menurutku paling kondusif dilakukan di Trimester 1 selagi punya banyak waktu sebelum kedepannya disibukkan dengan banyak hal lainnya. Karena kondisi mual dan banyak berbaring, kita bisa manfaatkan waktu itu sambil baca-baca. Aku akan tulis juga tentang rekomendasi buku kehamilan di postingan selanjutnya.

Dengan belajar bukan berarti semua masalah kita akan hilang, masalah akan tetap ada, tetapi kalau kita bersiap dan punya ilmunya, kelak kita akan bisa menghadapi masalah-masalah lebih mudah dengan solusi yang sudah kita dapat dari belajar.

Semua informasi diatas ada baiknya jika dikonsultasikan dengan dokter masing-masing terlebih dahulu ya, apalagi yang berhubungan dengan fisik. Ohya, untuk memudahkan aku juga buat versi checklist yah! Bisa didownload for free untuk disimpan di handphone. Hope that helps untuk para calon ibu, mudah-mudahan lancar dan sehat semuanya sampai persalinan! 🙂

Published February 2, 2020

Related
Something is wrong.
Instagram token error.
Load More
>