x

Highway to Himalayas


Setelah berjalan-jalan santai di Kathmandu (cerita lengkapnya ada disini, The Bucket List: Nepal), kami melanjutkan perjalanan menuju Pokhara. Kota terbesar kedua di Nepal yang menjadi basecamp utama sebelum melakukan trekking di rangkaian pegunungan Annapurna.

Kami hanya punya waktu 8 hari di Nepal dan beberapa harinya sudah kami habiskan di Kathmandu. Sebetulnya trekking di Pokhara bisa dilakukan secara independen tapi karena waktu kami terbatas dan juga kendala bahasa, kami memutuskan untuk mengambil paket sekaligus tour guide untuk mengurus trekking permit, tiket bis ke Pokhara PP, sewa jeep, mengarahkan jalan trek dan mengatur itinerary yang sesuai jadwal yang direncanakan supaya kami bisa pulang tepat waktu.

Untuk jalur, kami memilih Poon Hill sebagai jalur terpendek dan tercepat yang dapat ditempuh 3 – 4 hari saja pulang pergi. Bisa juga jalan lebih santai, tapi memang perlu menyediakan budget dan waktu tambahan untuk menginap di lodge, yang semakin tinggi semakin mahal.

Perjalanan dari Kathmandu ke Pokhara sangatlah tidak nyaman. Kami berangkat di pagi hari menggunakan tourist bus sekitar 9 jam perjalanan berliku dan bergeronjal di jalanan tebing, saya sampai mual-mual dan sakit punggung. Akhirnya lebih banyak habiskan waktu untuk tidur supaya tidak mual, tapi sesekali buka mata lihat pemandangan memang indah sekali.

Sesampainya di Pokhara semua rasa pusing dan mual terbayarkan. Vibes kota ini memang beda dengan Kathmandu, jauh lebih tenang dan sejuk sekali. Dari terminal bis kami sudah bisa melihat deretan pegunungan yang berselimut salju. Selanjutnya kami dijemput jeep untuk melanjutkan perjalanan menuju Hille selama 3 jam.

Hille adalah titik awal pendakian. Perjalanan menuju Hille juga penuh liku-liku melewati jalanan berbatu, supir jeep harus benar-benar lihai karena hari sudah mulai gelap. Tiba di Hille dengan badan sudah pegal-pegal, saya pikir bisa langsung check in lodge, tapi ternyata perjuangan baru dimulai. Kami harus memulai trekking dari sini untuk menuju lodge kami di Gandaki Zone sekitar 30 menit. Sudah mau pingsan rasanya, badan sudah lemah dan kedinginan. Fiuh!

Setelah istirahat malam, kami melanjutkan perjalanan pukul 07:30 pagi dari Gandaki menuju Ghorepani. Trekking disini jalurnya sudah tergolong aman karena sudah tersedia tangga-tangga batu. Sepanjang jalan bisa bertemu kawanan keledai, air terjun dan penduduk lokal yang sedang beraktivitas. Pemandangan indah luar biasa tidak ada habisnya. Gandaki ke Ghorepani jika ditempuh dengan kecepatan normal, bisa dicapai 5-6 jam trekking, tapi kami sampai di 8 jam karena saya sendiri ga ada persiapan fisik sama sekali, hehe jangan ditiru ya.

Masuk area Ghorepani sudah pasti jauh lebih dingin lagi karena sudah dekat dengan Poon Hill, tapi dari sini kami sudah bisa lihat view gunung es dari lodge kedua kami. Speechless. Lagi-lagi lelahnya perjalanan tidak begitu terasa lagi.

Fyi, semakin ke atas semakin mahal pula harga lodge, wi-fi, makanan, isi ulang air minum, dan cinderamata. Air minum kemasan pun sudah tidak dijual diatas, hanya bisa isi ulang saja sehingga kita harus selalu membawa botol minum sejak awal perjalanan.

Kami menginap semalam di Ghorepani untuk menunggu pendakian selanjutnya pada pukul 04:00 dini hari supaya bisa sampai Poon Hill sebelum sunrise. Waduh itu rasanya sekujur tubuh beku, sesak napas dan kram seluruh badan, tapi karena harus mengejar waktu perjuangan harus dilanjutkan sedikit lagi.

After 2 hours of torture, sampai juga di Poon Hill dan semua rasa sakit hilang seketika menyaksikan fajar menyingsing dibalik Pegunungan Himalaya di depan mata. So beautiful, it makes me cry.

In the end, it was totally worth every pain. Puas-puasin foto dan menikmati keindahan Himalaya sambil menyeruput cokelat panas. Beyond grateful to be up here :’)

Dear everyone, please do spare your time and money for this one, thank me later. Last but not least, enjoy the glimpse of our story in this video! Thank you for reading & watching 🙂

Published December 7, 2017

Related
Something is wrong.
Instagram token error.
Load More
>